Raison D'être: Soal-Materi CPNS
Tampilkan postingan dengan label Soal-Materi CPNS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soal-Materi CPNS. Tampilkan semua postingan
Picture by Google

1. Revolusi Industri di Inggris (1769)

Inggris adalah negara yang dianggap sebagai pelopor Revolusi Industri. Beberapa faktor yang mendorong terjadinya Revolusi Industri di Inggris :
  • Kaya bahan tambang seperti : batu bara, bijih besi, timah, kaolin
  • Terletak di lautan Atlantik pada lalulintas perdagangan Eropa-Amerika
  • Memiliki modal yang cukup
  • Relatif aman bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa daratan yang sering dilanda peperangan
  • Jumlah penduduk yang besar sebagai daya dukung tenaga kerja
  • Terjadinya Revolusi Agraria, yaitu perubahan fungsi tanah pertanian milik kaum bangsawan menjadi tanah untuk peternakan domba
Dampak Revolusi Industri :
  • Bidang ekonomi : harga barang murah, upah buruh murah, muncul pertentangan antara buruh (proletar) dan majikan (borjuis), muncul kapitalisme, pelayaran dan perdagangan duni semakin maju, kapitalisme muda digantikan kapitalisme modern
  • Bidang politik : berkembang imperialisme modern, berkembang liberalisme
  • Bidan sosial : muncul urbanisasi besar-besaran, kota-kota industri banyak buruh, melonjaknya kriminalitas
Dampak Revolusi Industri bagi Indonesia : penerapan liberalisme oelh Raffles dengan diterapkannya sistem sewa tanah (Land Rent System)

2. Revolusi Amerika (1774)

Ada beberapa afktor yang melatar belakangi kedatangan bangsa Inggris ke Amerika sperti faktor ekonomi, agama, dan politik. Faktor-faktor tersebut membuat banyak orang Inggris yang menginkan kebebasan dengan pergi ke Amerika.

a. Perang Tujuh Tahun (1756-1763)
Perang antara Inggris dan Perancis yang berlangsung selama 7 tahun karena ingin mengusai perdagangan Amerika dan Asia dan berakhir dengan kekalahan Perancis yang ditandai dengan perjanjian Paris.

b. No Taxation Without Representatioan
Pemerintah Inggris memberikan pajak berat kepada wilayah koloni di Amerika. Amerika mau membayar pajak dengan syarat ada perwakilan dalam parlemen, tapi Inggris tidak diindahkan oleh Inggris.

c. The Boston Tea Party (1773)
Kapal Inggris bermuatan teh berlabuh di pelabuhan Boston, orang-orang Amerika yang ingin menerima teh tersebut dikenakan pajak. Kemudian orang Amerika menyamar sebagai bangsa Indian yang kemudian membuang teh-teh tersebut.

d. Declaration of Independence (1766)
Pertempuran pertama di Lexingston dan Boston. Kemudian Inggris meminta bantuan Kanada namun ditolak. Pada saat itu Thomas Paine menulis buku "Common Sense" yang menyebutkan tujuan perlawanan terhadap Inggris adalah kemerdekaan. Pada 4 Juli 1766 Amerika menyatakan kemerdekan dengan terdiri 13 negara saat itu.

e. Articles of Conefederation (1777)
Dalam kongres perwakilan negara-negara bagian disetujui rencana konederasi dan terbentuklah USA (The United State of America). Negara yang pertama kali mengakuinya adalah Prancis pada 1778, kemudian mengirim pasukan dibawah pimpinan Lafayette.

d. Perdamaian Paris
Dalam pertempuran York Town, panglima Inggris Cornwallis menyerah dengan 7000 pasukannya terhadap George Washington dan Lafayette. Kekalahan Inggris tersebut ditindaklanjuti dengan "Perdamaian Paris" yang isinya, Inggris mengakui kemerdekaan Amerika.

Dampak Revolusi Amerika bagi Indonesia : muncul pengakuan HAM, memunculkan perlawanan terhadap kekuasaan penjajah, muncul golongan terpelajar dan hubungan antar negara semakin luas.

3. Revolusi Perancis (1789)

Berikut hal-hal yang melatarbelakangi munculnya Revolusi Perancis :

a. Berkembangnya paham Rasionalisme dan Aufklarung (pencerahan)
Paham tersebut berkeyakinan bahwa alam fikiran merupakan sumber segala tindakan kebenaran, sehingga segala sesuatu yang tidak masuk akal dianggap salah.. Tokohnya: Denis Diderot dan Jean le Rond d'Alembert membuat buku "Encyclopaedia", Montesquieu mengajarkan tentang "Trias Politika", Voltaire banyak menulis buku tentang kebebasan dan kemerdekaan.

b. Munculnya paham Romantisme
Paham yang menjunjung tinggi perasaan dan menghargai naluri manusia. Tokohnya : Jean Jacques Rousseau dengan karyanya "Du Contract Social" yang artinya perjanjian masyarakat.

c. Pengaruh Revolusi Amerika
Dalam perang kemerdekaan Amerika, Perancis membantu Amerika dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Lafayette. Selama di Amerika, mereka telah mengenal paham-paham baru tentang kebebasan dan demokrasi.

d. Ketidakadilan dalam Sistem Feodalisme
Sistem feodalisme dibagai menjadi 3 golongan sebagai berikut :

  1. Gol I (kaum bangsawan)
  2. Gol II (kaum agama)
  3. Gol III (rakyat jelata)
e. Pemerintahan yang Buruk
Kekuasaan tunggal raja memberikan kelonggaran pada raja untuk bertindak sewenang-wenang. Kepentingan raja diutamakan, rakyat dilupakan.

f. Adanya Kekosongan Kekuasaan (Vacuum of Power)
Pada masa Louis XIV dan XV, rakyat takluk terhadap raja walaupun membencinya. Kemudian pada masa Louis XVI rakyat tidak takut kepadanya walaupun diktator. Sehingga membuat munculnya pemberontakan dan revolusi.

Puncak REvolusi Perancis ditandai dengan penyerbuan rakyat Perancis ke Penjara Bastille yang merupakan simbol kesewenang-wenangan raja pada 14 Juli 1789. Sejak saat itulah rakyat jelata mulai menguasai Perancis. Pimpinan rakyat yang terkenal dalam dewan Konstituante diantaranya Mirabeau (bangsawan), Lafayette (bangsawan), Sieyes (kaum agama).

Dampak Revolusi Perancis bagi dunia :
a. Penghapusan Feodalisme

b. Berkembangnya ide Supremasi Hukum
UU merupakan kekuasaan tertinggi, sejak pemerintahan Napoleon huukum diseragamkan pada setiap orang  dan setiap daerah, untuk itu Napoleon menyusun UU yang disebut Code Civil kemudian disempurkan menjadi Code Napoleon.

c. Munculnya ide Pemerintahan Republik
Pemerintahan kerajaan kuang tepat karena secara turun-menurun dan tidak menjamin kualitas kepala negara. Oleh karena itu dibentuk pemerintahan Republik dengan kepala negara yang dipilih langsung oleh rakyat.

d. Berkembangnya Paham Demokrasi
Paham demokrasi muncul sebagai dampak pengakuan terhadap HAM terutama kebebasan dan persamaan hak antar manusia.

e. Menyebarnya Paham Liberalisme
Ketika Napoleon Bonaparte berkuasa, ia menjadi penyebar paham liberalisme terbesar. Dengan tentara yang kuat, ia hampir menaklukkan Eropa dan luar Eropa.

f. Meluasnya Paham Nasionalisme
"Liberte, Egalite, Fraternite" adalah semboyan Revolusi Perancis yang artinya "kebebasan, keadilan, persaudaraan"

g. Timbulnya Ide tentang Aksi Revolusioner
Keberhasilan Revolusi Perancis dalam menumbangkan kekuasaan raja yang sewenang-wenang telah meyakinkan rakyat bahwa apabila terjadi keadilan rakyat sewaktu-waktu dapat beraksi secara revolusioner.

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte lahir 1796 di Ajaccio (pulau Corsica) yang diduduki Perancis pada 1768. Pada saat pendudukan otulah Napoleon diangkat menjadi anak oleh seorang Panglima Perancis. Usia 28 ia menjadi Jenderal dan memimpin tentara di bagian selatan.

Istri pertamanya Josephine de Beauharnais diceraikan karena tidak memiliki keturunan yang kemudian menikah lagi dengan Marie Louise (Putri Austria) dan kemudian mempunyai anak Le Roi de Rome (Raja Roma). Dia lah yang kemudian disebut Napoleon II yang memerintah Roma pada 1811-1832.

Untuk memperkuat politik kekuasaanya, is mengangkat saudara-saudaranya untuk menjadi raja di luar Perancis. Joseph Bonaparte kakaknya (Raja Napoli dan Sisilia kemudian menjadi Raja Spanyol), Louis Bonaparte / Lodewijk Bonaparte di Belanda adiknya (Raja Belanda) yang mengirim Daendels ke Indonesia, Jerome adiknya (Raja Westfalen - Jerman), Joachim Murat iparnya (Raja Napoli dan Sisilia menggantikan Joseph).

Yang dilakukan oleh Napoleon mendapat perlawanan dari negara-negara di Eropa sehingga terjadi perang dengan Napoleon juga disebut Perang Koalisi.
  • Perang Koalisi I (1792-1797) : Napoleon menghadapi gabungan Austria, Prusia, Inggris, Spanyol, Belanda. Perang ini dimenagkan oleh Prancis.
  • Perang Koalisi II (1797-1802) : Perancis menghadapi gabungan Austria, Rusia, Inggris, Turki yang dimenangkan Perancis. Kemudian Napoleon mengangkat dirinya sebagai konsul seumur hidup (1802). 2 tahun setelahnya (1804) ia mengangkat dirinya sebagai Kaisar.
  • Perang Koalisi III (1805) : Perancis menghadapi Austria, Inggris, Rusia, Swedia. Dalam perang laut Perancis kalah, tapi untuk perang darat Perancis menang dengan sebanyak 30.000 tentara musuh berhasi dilawan.
  • Perang Koalisi IV (1806-1807) : Perancis menghadapi Rusia, Prusia, Inggris. Perancis dengan mudah memperoleh kemenangan dan Napoleon mengumumkan Contonental Stelsel (blokade ekonomi terhadap Inggris).
  • Perang Koalisi V (1809-1807) : Perancis menghadapi Austri, Inggris, Spanyol, Portugal. Austria sudah berunlangkali dikalahkan hinggapertempuran di Walgram pada 1809 tetap dikalahkan oleh Perancis. Sedangkan Spanyol yang dibantu oleh Inggris dan Portugal yang dipimpin oleh Wellesley bermaksudmengalahkan Napoleon untuk menurunkan Joseph dari Kerajaan Spanyol dan tentara Spanyol berhasil menduduki kota Madrid namun tidak berhasil menurunkan Joseph.
  • Perang Koalisi VI (1813-1814) : Perancis menghadapi Rusia, Inggris, Swedia, Spanyol, Prusia, Austria. Napoleon mengirim 600.000 pasukan untuk mengusai Rusia, namun mengalami kekalahan. Pada 6 April 1814 ia turun tahta kemudian dibuang di Pulau Elba (Pulau kecil di Italia). Setelah itu pemerintah Perancis diambil alih Louis Stanislas Xavier (Louis XVIII)
  • Perang Koalisi VII (1815) : Setelah Napoleon dibuang terjadi kekacuan di Perancis, Raja Perancis Louis XVIII di nilai lemah. Terdengar Napoleon, pada 1815 ia menyatakan dirinya menjadi Kaisar. Kemudian Raja Louis XVIII mengirim pasukan yang dipimpin Michelle Ney untuk menangkap Napoleon, namun Ney dan pasukannya berbalik memihak kaisar yang dikaguminya Napoleon. Raja Louis XVIII melarikan diri dan mencari perlindungan. Kemudian dalam Kongres Wina pada 13 Maret 1815 menawarkan perdamaian pada Napoleon namun ditolaknya. Kemudian pada 18 Juni 1815 terjadi pertempuran Waterloo yang membuat Napoleon menyerah kepada Wellington dan Blucher. Napoleon turun tahta dan dikucilkan di St.Helena sebuah pulau kecil di laut Atlantik sebelah barat benua Afrika.
Dampak Revolusi Perancis bagi Indonesia : paham-paham yang diusung rakyat Perancis dalam revolusinya turut mengilhami cendekiawan Indonesia. Karena hal terebut rakyat Indonesia bangkit menuntut kemerdekaan melaui organisasi-organisasi modern yang diawali dengan berdirinya Budi Utomo.

4. Revolusi Rusia

Perbedaan strategi di 2 kubu pemerintahan Tsar Nicholas II dan Georgi Plekhanov pada 1898 memicu terjadinya perpecahan partai Sosialis-Demokrat. Pada Kongres partai Demokrat tahun 1903 terpecah menjadi 2 :
  • Menshevik (Sosial-Demokrat) yang berhalauan sosialis, dipimpin Georgi Plekhanov yang kemudian digantikan Alexander Kenrensky
  • Bolshevik (Radikal Revolusioner) yang berhaluan komunis, dipimpin Vladimir Ulyanov dikenal dengan nama samaran Lenin, yang kemudian digantikan Josef Dschugaschvili yang dikenal dengan nama Stalin.
Pada 22 Januari 1905 terjadi peristiwa "Minggu Berdarah" dimana lebih dari 1000 orang meninggal dan 2000 lainnya luka-luka, penyebabnya antara lain :
  • Keinginan rakyat membentuk pemerintahan Liberal.
  • Kecewanya rakyat terhadap pemerintahan reaksioner Tsar.
  • Tuntutan perbaikan nasib buruh dan tani.
  • Kekalahan Rusia dalam perang Rusia-Jepang pada 1905.
Banyaknya demonstrasi yang dipelopori oelh dewan-dewan Soviet telah melemahkan kedudukan Tsar Nicholas II ditambah kekalahan Rusia pada Perang Dunia I. Keadaan ini membuat terjadinya perebutan kekuasaan yang di pelopori Menshevik. Tokoh utama pemberontakan Alexander Karensky dan oleh sejarah dikenal dengan peristiwa Revolusi Februari 1917.

Memasuki awal 1917, Tsar Nicholas II mulai jatuh. Pada tahun tersebut terjadi pemberontakan besar kaum buruh, tani, dan sebagian besar tentara. Pada tahun tersebut Lenin pemimpin Bolshevik yang tinggal di Swiss kembali ke Rusia dan berhasil merebut kekuasaan dan kemudian membentuk Dewan Komisaris Rakyat yang diketuainya sendiri, sedangkan komisaris rakyat urusan luar negeri mengangkat Trotsky. Pada 1918 Lenin memproklamirkan berdiri Republik Soviet dengan ibukota Moskow dengan menganut paham Marxisme-Leninisme.

Dampak Revolusi Rusia bagi Indonesia :
a. Masuknya Paham Sosialisme-Komunisme
Paham ini dibawa oleh Henk Sneevliet. Tokoh-tokoh lainnya seperti Dr.Brandsfender, Ir.Adolf Baars, Dr.Renikers, C.Hartogh. Pada 1911 mereka mendirikan organisasi ISDV (Indische Socialistiche Democratische Vereeniging) yang melalui organisasi ini paham komunis disebarluaskan.

b.Pengaruh Paham Sosialisme-Komunisme
Pada 1918-1926 di Indonesia dikenal dengan masa radikalisme.
  • Partai Komunis Indonesia : Adanya disiplin partai pada SI (Sarekat Islam) tahun 1921 mengakibatkan dikeluarkannya Semaoen dan Darsono. Dengan keluarnya mereka membuat terpecahnya SI menjadi SI Merah dan SI Putih. SI Merah berubah menjadi Sarekat Rakyat dan kemudian berubah menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia) tahun 1924. Tokoh terkenal seperti Semaun, Darsono, Alimin, Tan Malaka, Musso. Mereka mendapat pengaruh dari ISDV.
  • Aksi-aksi kaum buruh : Akibat paham Sosialis, kaum buruh mulai melakukan aksi-aksi pemogokan yang dikendalikan oleh tokoh-tokoh SI Merah. Pada 1921-1922 pemogokan buruh besar-besaran di Surabaya, Yogyakarta, Bandung.
  • Pemberontakan PKI : Sikap radikalisme dan revolusioner yang dianut PKI mencapai puncaknya pada 1926 ketika mengadakan pemberontakan terhadap Pemerintah Kolonial Belanda yang diprakarsai oleh Sardjono, Sudjono, Sutjitro, Abdul Majid. Pada 13 November 1926 pemberontakan di mulai dari Jakarta kemudian berlanjut ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur

5. Lahirnya Negara-negara Adikuasa (Polarisasi Kekuatan)

Berakhirnya PD (Perang Dunia) II pada 1939-1945 ditandai dengan kemenangan pihak sekutu yang terdiri dari Inggris, Perancis, Uni Soviet, Amerika Serikat. Dampak dari PD II sangat luat seperti :

Bidang Politik
  • Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara pemenang, muncul sebagai raksasa (super power).
  • Terjadinya persaingan antara USA dan USSR (Union of Soviet Socialist Republics).
  • Munculnya negara-negara baru di kawasan Asia dan Afrika yang dikenal nama dunia ketiga.
  • Adanya politik pecah belah dengan sasaran negara seperti : Jerman, Vietnam, Korea.
  • Munculnya persekutuan negara-negara demi keinginan yaitu NATO (USA) dan Pakta Warsawa (USSR).
Bidang Ekonomi
  • Tatanan ekonomi dunia menjadi kacau.
  • Jerman dan Jepang muncul kembali sebagai negara industri.

6. Perang Dingin

Perebutan pengaruh antara Amerika Serikat yang Demokratis-Kapitalis dengan Uni Soviet yang Sosialis-Komunis baik dalam bidang politik, ekonomi, militer, ruang angkasa.

Bidang Politik
  • USA dengan politik imperialisnya berusaha mencari kawan sebanyak-banyaknya dan mengembangkan paham Demokrasi-Kapitalis.
  • USSR yang terkenal dengan politik air hangatnya berusaha mencai daerah yang bebas es untuk dijadikan pendukungnya dalam mengembangkan paham Sosialis-Komunis.
  • Kegiatan spionase (pengintaian/mematai untuk pengumpulan informasi) yang dilakukan oleh negara-negara adikuasa dengan tugas mencari keterangan tentang negara asing seperti KGB, CIA.
Bidang Ekonomi
  • Program bantuan ekonomi USA : Truman Doctrine (untuk Yunani dan Turki), Marshall Plan (untuk negara-negara Eropa Barat), Mutual Security Act (untuk negara-negara berkembang).
  • Program bantuan ekonomi USSR tidak secara riil tapi negara-negara Eropa Timur membangun perekonomian dengan mengikuti pola USSR  yaitu melaksanakan pembangunan perekonomian jangka pendek dan jangka panjang secara bertahap (disebut Molotov Plan)

7. Runtuhnya USSR

Pada 11 Maret 1985, Mikhail Gorbachev mulai berkuasa di Uni Soviet sebagai Sekjen Partai Komunis Uni Soviet. Uni Soviet maju dalam bidang militer, namun dalam bidang ekonomi masih tertinggal dengan negara maju lainnya. Gorbachev melakukan perbaikan menyeluruh di segala bidang dengan melancarkan program Perestroika (restrukturisi atau penataan kembali) dan Glasnot (keterbukaan).

Kronologi keruntuhan Uni Soviet :
  1. 1990 terjadi arak-arakan besar di Uni Soviet.
  2. Maret-Mei 1990 Uni Soviet memblokade ekonomi Lithuania, Estonia, Latvia karena meminta kemerdekaan.
  3. November 1990 dekrit pertama Gorbachev tentang perjanjian Uni yang memberikan kekuasaan pada 15 negara bagian, tetapi 4 negara bagian menolak.
  4. Maret 1991 referendum mengenai keberadaan Uni Soviet.
  5. April 1991 Pakta Warsawa dibubarkan.
  6. Juni 1991 Boris Yeltsin menjadi presiden Republik Rusia.
  7. Agustus 1991 terjadi kudeta untuk mengambil alih kekuasaan Gorbachev yang dipimpin oleh anggota Partai Komunis Uni Soviet garis keras. Walaupun gagal, namun kudeta tersebut dianggap sebagai penyebab pembubara Uni Soviet.
  8. Desember 1991 Forbachev tidak mampu menngatasi perpecahan di Uni Soviet. Sementara itu, Rusia, Belarusia, Ukraina mengumumkan berdirinya persemakmuran Slavik tanpa pemerintah pusat dan Gorbachev. Akhirnya pada 18 Desember 1991, pemimpin Uni Soviet  Mikhail Gorbachev dan presiden Rusia Boris Yeltsin sepakat membubarkan Uni Soviet dan membentuk Persemakmuran Negara-negara Merdeka (Commenwealth of Independent States / CIS).

8. Jerman Bersatu

Berikut sebab-sebab bersatunya Jerman :
  • Kemiskinan Jerman Timur.
  • Penindasan politik yang dilakukan oleh penguasa Jerman Timur.
  • Pengaruh ajaran Mikhail Gorbachev.
  • Faktor geografi yakni dekatnya Jerman Timur dengan Eropa Barat.
Reunifikasi Jerman mulai nampak pada 4 November 1989 ketika lebih dari 500.00 orang Jerman Timur berdemonstrasi di Berlin Timur, disusul dengan bubarnya kabinet Jerman Timur dan Politbiro Partai Komunis sebagai lembaga tertinggi di Jerman Timur. Pada 9 November 1989 Tembok Berlin dinayatakan terbuka. Kemudian penyatuan Jerman dilanjutkan secara resmi pada pertemuan di Ottawa yang diikuti oleh pejabat-pejabat tinggi Jerman Barat, Jerman Timur serta negara pemenang PD II yaitu USA, Uni Soviet, Inggris, Perancis dikenal dengan rumusam "Dua Tambah Empat". Pada 14 Februari 1990 Kanselir Helmut Kohl dan Hans Modrow dari Jerman Timur mempersiapkan penyatuan mata uang dan ekonomi negara, kemudian pada 24 April 1990 Kohl dan Maiziere menetapkan penyatuan ekonomi dan moneter dengan menetapkan Deutsche Mark sebagai mata uang. Pada pertemuan "Dua Tambah Empat" di Bonn, menlu Uni Soviet Edward Shevardnadze mengajukan usul agar Jerman bersatu dalam 5 tahun pertama tetap dalam Pakta Warsawa atau Netral, tetapi ditolak NATO. Pada 16 Juli 1990 akhirnya Moskow menyetujui Jerman bergabung dalam NATO dengan tidak menilai Pakta Warsawa sebagai musuh. Pada 23 Oktober 1990 sebagai hari yang tepat untuk peggabungan kembali kedua Jerman dengan didukung oleh 294 suara, menolak 62 suara, 7 suara abstain. Akhirnya pada 3 Oktober 1990 keduanya bersatu (unifikasi) dan 6 hari kemudian Tembok Berlin kedua negara dirobohkan.

9. Konflik Yugoslavia

Yugoslavia merupakan negara Federasi yang terdiri  dari 6 neara pendukung yaitu Serbia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina, Macedonia dan Montenegro dan mayoritas Yugoslavia didiami etnis Slavia Selatan. Sebab munculnya konflik :
  • Kroasia dan Slovenia ingin merdeka, hal ini bertentangan dengan ambisi Serbia yang ingin membentuk negara Republik Yugoslavia dibawah pimpinan bangsa Serbia.
  • Eksapansi militer Serbia ke Bosnia-Herzegovina hingga memunculkan pembantaian besar-besaran dan sadis kaum muslim di Bosnia.
  • Serbia-Montenegro menolak rencana perdamian.
Pada 21 November 1995 semua pihak yang terlibat perang di Bosnia menyetujui perdamaian. Perudingan di Dayton, Ohio USA selama 3 pekan. Perdamaian ditanda tangani oleh Alija Izetbegovic (Bosnia), Franjo Tudjman (Kroasia), Slobodan Milosevic (Yugoslavia/Serbia). Akhirnya pada 14 Desember 1995 dilakukan penandatananan perdamaian secara resmi di Paris, Perancis, bertempat di ruang khusus presiden Perancis Jacques Chirac di Istana Elysee. Pemimpin lainnya yang juga hadir yaitu Bill Clinton (Presiden AS), John Major (PM Inggris), Helmut Kohl (Kanselir Jerman), Victor Chernomyrdin (PM Rusia), Abdul Latif (PM Maroko), Boutros Boutros-Ghali (Sekjen PBB), Felipe Ghonzale (pejabat Presdien Uni Eropa dari Spanyol), Javier Solona (calon Sekjen NATO). Berikut isi perjanjian :
  • Bosnia sebagai neara tunggal terdiri dari 2 Republik yaitu Federasi Muslim-Kroasia dengan wilayah 51% dan Serbia-Bosnia 49%.
  • Sarajevo bagian dari Federasi Muslim-Kroasia, berarti tentara Serbia harus meninggalkan Sarajevo.
  • Pemerintah sentral Bosnia harus efektif dengan presiden terpilih dan parlemen.
  • Pemulangan pengungsi ke rumah-rumah mereka.
  • Gerakan yang bebas diseluruh negara itu.
  • Larangan penjahat perang (Radovan Karadzic dan Jenderal Miadic) untuk menduduki jabatan pemerintah.

10. Runtuhnya Rasialisme di Afrika Selatan

Afrika Selatan telah menjalankan politik Rasialisme atau Apartheid (pemisahan ras) selama kurang lebih 40 tahun (1950-1990an) yang dilaksanakan sejak masa pemerintahan Daniel Francois Malan (1948-1954). Seiring dengan berjalannya reformasi politik dimana-mana, pada Februari 1991 presiden Afrika Selatan De Klerk mengusulkan 3 UU tentang dihapusnya diskriminatif dan rasial. Berikut ketiga UU tersebut:
  • Land Act (1913) : UU yang melarang warga kulit hitam memiliki tanah di wilayah yang sudah ditentukan.
  • Urban Areas Act (1923) : UU yang mengatur pemisahan tempat tinggal warga kulit hitam dan kulit putih.
  • Registration Arc (1950) : UU yang mengharuskan setiap warga Arika Selatan memiliki surat keterangan pengelompokkan. Penggolongan itu atas dasar ciri-ciri fisik.
Hasil referendum mengakhiri politik Apartheid, pelaksaannya terwujud 2 tahun setelah diadakan pemilu di seluruh wilayah Arika Selatan (27 April - 2 Mei 1994), pemilu yang merupakan pertama kalinya mengikut sertakan warga kulit hitam dan juga pertama kalinya terpilih presiden dari warga kulit hitam.

11. Perang Teluk

Persoalan minyak merupakan sumber dari segala terjadinya konflik di kawasan Teluk. Pemicu perang Teluk bermula dari tuduhan Irak terhadap Kuwait dan Uni Emirat Arab, berikut tuduhannya :

  • Menlu Irak Tariq Aziz menuduh ada konspirasi antara Kuwait dan Uni Emirat Arab dengan USA untuk menurunkan harga minyak.
  • Irak menuduh Kuwait maupun Uni Emirat Arab melanggar kesepakatan kuota produksi minyak yang telah ditetapkan OPEC.
  • Irak menuduh bahwa Kuwait mencuri minyak Irak dari ladang Rumailia milik Irak dengan bantuan teknologi dari negara-negara barat.
Kronologi proses penyelesaian konflik Irak-Kuwait :
  1. Penyelesaian diupayakan lewat perundingan 31 Juli - 1 Agustus 1990 di Jeddah dimana pada pertemuan ini Irak menuntut harga minyak dinaikkan menjadi US$ 21 per barel sesuai ketentuan OPEC di Jenewa, namun Kuwait menolak.
  2. Perundingan yang diusulkan George Bush pada 30 Novmber 1990 gagal karena tidak ada kesepakatan waktu perundingan kedua belah pihak.
  3. DIkeluarkannya Resolusi Dewan Keamanan PBB No.1441 pada 8 November 2002 yang isinya dalah menuntut Irak untuk mengizinkan dan memberikan akses sepenuhnya kepada UNMOVIC (United Nation Monitoring, Veriication and Inspection Commission).yaitu tim inspeksi senjata PBB yang bertugas menyelidiki dugaan adanya pengembangan senjata pemusnah masal Irak, lembaga ini diketuai Hans Blix. Serta mengizinkan IAEA (International Atomic Energy Agency) untuk meneliti segala hal yang berkaitan dengan persenjataan yang dimiliki Irak, namun tidak terbukti, tapi USA dan Inggris teteap melakukan penyerbuan ke Irak walaupun hal ini ditentang oleh dunia internasional diantaranya Perancis dan Jerman serta mayoritas anggota PBB.
Atas perintah George Bush, USA melancarkan agresi militer ke Irak pada 21 Maret 2003, dengan tujuan penyerbuan sebagai berikut :
  • Membentuk pemerintaan boneka di Irak.
  • Menguasai ladang minyak Irak.
  • Melindungi Israel dari ancaman negara Arab terutama Irak.
  • Menggulingkan presiden Saddam Husein yang dituduh sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan orang yang telah berkolaborasi dengan teroris internasional pimpinan Osama bin Ladin.
Pada akhirnya USA berhasil melumpuhkan pasukan Irak dan menangkap Saddam Husein, tapi agresi militer ke Irak tidak berhasil menemukan pusat pengembangan senjata pemusnah masal dijadikan sebagai legitimasi agresi militer USA ke Irak.

12. Perang Afghanistan

Penarikan pasukan Uni Soviet dari Afghanistan dan tumbangnya rezim boneka komunis Babrak Karmal (presiden Agfhanistan).belum mengakhiri konflik negara itu. Setelah mujahidin menguasai kota Kabul pada 1992, rakyat Afghanistan menduga bahwa keamanan dan perdamaian akan segera terwujud, namun tidak demikian kenyataanya. Berikut kronologis peristiwanya :
  1. Bertikainya fraksi-fraksi seperti Jammiat Al-Islami pimpinan Burhanudin Rabbani, Hezb-e-Islami pimpinan Gulbudin Hekmatyar, Jumbesh-I pimpinan Jenderal Abdul Rasyid Dostum.
  2. Mencul kekuatan baru dengan nama milisi Taliban, yang berawal dari gerakan sosial yang dipelopori oleh golongan santri yang bersekolah di sekolah-sekolah agama di Pakistan.
  3. Aksi politik Taliban untuk menentang pemerintahan Burhanudin Rabbani, sedangkan tujuannya untuk mendirikan gerakan Islam yang fundamentalis, gerakan ini dipipmpin oleh Mullah Mujahid Muhammed Omar (Mullah Omar). Taliban didukung oleh Pakistan khususnya untuk penyediaan senjatam informasi, strategi perang.
  4. Setelah berhasil menguasai kota Kabul pada 27 September 1996, Taliban mengadakan perundungan dengan Jenderal Abdul Rasyid Dostum untuk membicarakan rencana pembenukan pemerintahan nasional.
  5. Dalam rangka membentuk pemerintahan tersebut, Taliban membentuk pemerintahan sementara dengan 6 anggota dewan yang dipimpin oleh Mullah Muhammad Rabbani. Melalui dewan, berbagai kebijakan ditempuh. Kebijakan tersebut yaitu : dibukanya kembali bandara Kabul, memulihkan listrik di Kabul, pemulihan keamanan, pembangunan kembali sarana-sarana umum.

13. Konflik Palestina-Israel

Konlik Palestina-Israel telah berlangsung lama dan hingga kini belum ada penyelesaian. Konfliktersebut merupakan konflik antar bangsa Arab dan bangsa Yahudi. Berikut kronologi peristiwanya :
  1. Konflik bermula dari munculnya Balfour Declaration (2 November 1917) yang isinya Inggris akan mendirikan National Home untuk Yahudi di Palestina, namun di protes oleh Arab karena merugikan, karena sejal semula wilayah Palestina adalah wilayah sahnya.
  2. Sebaiknya menguntungkan untuk Yahudi karena dapat leluasa melakukan gerakan zionisme yang dicetuskan Theodore Herzl.
  3. Setelah PD II, PBB membentuk UNSC (United Nation Special Commission) di Palestina untuk upaya perdamaian yang hasilnya PBB membagi wilayah Palestina menjadi 2 yaitu wilayah Arab dan Yahudi. Namun putusan ditolak karena berarti Yahudi mendapat pengakuan memiliki tanah di Palestina sehingga memunculkan konflik kembali.
  4. Ditengah upaya penyelesaian konflik Arab-Yahudi, Inggris mengakhiri mandatnya atas Palestina pada 15 Mei 1948. Kesempatan ini digunakan Yahudi untuk memproklamirkan berdirinya Isral dan mendapat pengakuan serta dukungan penuh dari AS.
  5. Hingga kini perjuangan rakyat Palestina atas tanah airnya yang sah akan terus berlanjut, mengingat bahwa sejak semula adalah Yahudi tidak memiliki hak atas tanah Palestina  sejengkalpun.

14. Lahirnya Negara Timor Leste

Provinsi Tiomor Timur meruoakan bekas jajahan Portugis yang berintegrasi dengan Indonesia pada 1976. Ketika Reformasi bergulir, desakan agar Timor Timur merdeka semakin kuat. Pada pemerintahan presiden B.J.Habibi mengeluarkan opsi terhadap Timor Timur, pertama otonomi khusus yang berarti tetap berintegrasi dengan Indonesia, kedua otonomi khusus yang berarti Timor Timur lepas dari Indonesia (3 Februari 1999). Opsi mengenai Timor Timur oleh Indonesia ditindak lanjuti dengan pembicaraan antara Portugal, Indonesia, PBB. Berikut kronologi peristiwanya :
  1. Pada 5 Mei 1999 diputuskan bahwa rakyat Timor Timur dimintai pendapatnya, referendum yang semula akan dilaksanakan pada 8 Agustus 1999 baru dapat dilaksanakan pada 30 Agustus 1999 dengan didampingi oleh misi PBB UNAMET (United Nations Mission in East Timor).
  2. Hasil jajak pendapat pada 4 September 1999, menerima otonomi khusus 94.388 (21,5%), menolak 344.580 (78,5%).
  3. Akhirnya pada 20 Mei 2002, Timor Lorosa'e dinyatakan merdeka dan Xanana Gusmao terpilih menjadi presiden pertama Timor Lorosa'e dengan nama resmi Timor Leste.

Refference :
  1. Modul Bimbel Akses

    Daftar Materi TWK

    Picture by Google

    1. Definisi hubungan internasional

    Hubungan antar manusia dari berbagai negara dipenjuru dunia atau disebut juga hubungan antar bangsa.

    2. Manfaat Hubungan Internasional bagi Indonesia

    • Ideologi : menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
    • Politik : menunjang pelaksanaan kebijakan politik dan hubangan luar negeri
    • Ekonomi : menunjag upaya pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sosial budaya bangsa terhadap segala hal bentuk ancaman, tantangan, hambatan, gangguan, dan kejahatan internasional
    • Perdamaian dan keamanan internasional : menunjang upaya pemeliharaan, pemulihan perdamaian, kemanan dan stabilitas internasional
    • Kemanusiaan : menunjang upaya pencegahan dan penanggulangan setiap bentuk bencana serta rehabilitasi akibat-akibatnya
    • Lainnya : meningkatkan peranan dan citra Indonesia di forum internasional dan hubungan antar negara

    3. Arti Penting Hubungan Internasioanal

    Arti penting hubungan internasional didasari oleh faktor-faktor berikut :

    a. Faktor internal
    Adanaya kekhawatiran teracam kelangsungan hidupnya baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain

    b. Faktor eksternal
    • Yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerjasama antar negara
    • Untuk membangun komunikasi antar bangsa dan negara guna memenuhi kebutuhan negara masing-masing
    • Mewujudkan tatanan dunia baru yang dapat meberikan kesejahteraan dan perdamaian bagi masyarakat dunia

    4. Tujuan Hubungan Internasional Secara Umum

    • Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara
    • Menciptakan salaing pengertian antar bangsa dalam membina dan menegakkan perdamaian dunia
    • Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya

    5. Sarana Hubungan Internasional bagi Suatu Negara

    Beberapa sarana penting dalam membangun hubungan internasional :
    • Asas-asas hubungan internasional : asas teritorial, asas kebangsaan, asas kepentingan umum
    • Faktor-faktor penentu dalam hubungan internasional : kekuatan nasional, jumlah penduduk, sumber daya, letak geografis

    6. Dalam Pelaksanaan Kerjasama dan Hubungan Internasional, Presiden sebagai Kepala Negara dibantu oleh :

    1. Departemen luar negeri
    2. Duta dan konsul yang diangkatnya
    3. Duta dan negara lain yang diterimanya

    7. Sarana-sarana yang Digunakan Negara dalam Hubungan Internasional

    a. Diplomasi
    Diplomasi bersifat bilateral dan multilateral

    b. Propaganda
    Usaha sistematis yang digunakan untuk mempengaruhi pikiran, emosi, dan tindakan suatu kelompok untuk tujuan-tujuan masyarakat umum.

    c. Perbedaan diplomasi dan propaganda
    • Propaganda lebi ditujukan pada rakyat negara lain dari pada pemerintahannya, sedangkan diplomasi lebih ditujukan pada pemerintahan negara lain
    • Propaganda semata-mata demi keuntungan diri sendiri/kepentingan nasional dari negara yang membuat propaganda, sedangkan diplomasi demi keuntungan bersama

    8. Definisi Perjanjian Internasional

    Perjanjian yang diadakan oleh 2 negara atau lebih yang bertujuan untuk akibat-akibat hukum tertentu. Tegasnya, perjanjian internasional mengatur perjanjian antar negara saja selaku subjek hukum internasional.

    9. Penggolongan Perjanjian Internasional

    a. Menurut subjeknya
    • Perjanjian antar negara yang dilakukan oleh banyak negara yang merupakan subjek hukum internasional
    • Perjanjian internasional antar negara dan subjek hukum internasional lainnya, seperti antara Organisasi Tahta Suci (Vatikan) dengan Organisasi Uni Eropa
    • Perjanjian antar sesama subjek hukum internasional selain negara, seperti antara suatu organisasi internasional dan organisasi internasional lainnya seperti : ASEAN dan Uni Eropa
    b. Menurut isinya
      • Segi politis, seperti pakta pertahanan dan pakta perdamian, contoh : NATO, ANZUS, SEATO
      • Segi ekonomi, seperti bantuan ekonomi dan bantuan keuangan, contoh CGI, IMF, IBRD, dll
      • Segi batas wilayah, seperti laut teritorial, batas alam daratan, dll
      • Segi kesehatan, seperti masalah karantina, penanggulangan wabah penyakit AIDS
      c. Menurut fungsinya
      • Perjanjian yang membentuk hukum, yaitu perjanjian yang melakukan ketentuan-ketentuan hukum bagi masyarakat internasional (multilateral), contoh : Konvensi Wina 1958 tentang hubungan diplomatik, Konvensi Montego 192 tentang hukum laut internasional, dll
      • Perjanjian yang bersifat khusus, yaitu perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban negara-negara yang mengadakan perjanjian saja (bilateral), contoh : perjanjian antara RI dan RRC 1955 mengenai dwi kewarganegaraan

      10. Istilah-istilah dalam Perjanjian Internasional

      • Traktat (treaty) : perjanjian antar 2 negara atau lebih, perjanjian ini khusus mencakup politik atau ekonomi
      • Konvensi (convention) : perjanjian yang bersifat multilateral dan tidak berurusan dengan kebijaksanaan tingkat tinggi (high policy), persetujuan harus dilegalisasi oleh wakil-wakil yang berkuasa penuh (plaenipotentiones)
      • Protokol (protocol) : perjanjian tidak resmi dan umumnya tidak dibuat oleh kepala negara, mengatur masalah0masalh tambahan
      • Persetujuan (agreement) : perjanjian yang bersifat teknis atau administratif
      • Perikatan (arrangement) : transaksi-transaksi yang bersifat sementara
      • Proses verbal : kumpulan catatan atau ringkasan konfrensi diplomatik suatu pemufakatan
      • Piagam (statue) : himpunan peraturan yang ditetapkan oleh persetujuan internasional baik mengenai pekerjaan maupun kesatuan-kesatuan tertentu seperti pengawasan mencakup minyak
      • Deklarasi (declaration) : perjanjian internasional berbentuk traktat dan dokumen tidak resmi
      • Modus Vivendi : dokumen untuk mencatat persetujuan internasional bersifat sementara
      • Pertukaran Nota : metode tidak resmi, biasanya dilakukan wakil-wakil militer dan negara serta dapat bersifat multilateral
      • Charter : istilah dalam perjalanan internasional untuk pendirian badan yang melakukan fungsi administratif seperti Atlantic Charter
      • Pakta (pact) : istilah persetujuan yang lebih khusus (Pakta Warsawa)

      11. Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional

      Menurut Konvensi Wina 1969 :
      1. Perundingan (negotiation)
      2. Penandatanganan (signature)
      3. Pengesahan (retification)

      12. Hal-hal yang Penting dalam Proses Pembuatan Perjanjian Internasional

      • Harus dinyatakn secara formal/resmi
      • Bermaksud untuk membatasi, meniadakan atau mengubah akibat ukum dari ketentuan-ketentuan yang terdapat padalam perjanjian

      13. Berakhirnya Perjanjian Internasional

      Menurut Prof.Dr.Mochtar Kusumaatmaja, S.H. dalam buku Pengantar Hukum Internasional :
      • Telah tercapai tujuan dari perjanjian
      • Masa berlaku perjanjian telah habis
      • Salah satu pihak perjanjian menghilang
      • Adanya persetujuan bersama untuk megakhiri perjanjian
      • Adanya perjanjian baru sehingga meniadakan perjanjian lama

      14. Peranan Indonesia dalam Organisasi Regional (Kawasan)

      • ASEAN (Assosiation of South East Asian Nation)
      • AFTA (Asean Free Trade Area)
      • APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)
      • Cooperative Economic and Social Development in Asia and The Pacific

      15. Peranan Indonesia dalam Organisasi Global

      • UN (Unitied Nation) / PBB
      • Lembaga non PBB seperti : IGGI (Inter Governmental Group on Indonesia), CGI (Consultative Group or Indonesia), ADB (Asian Development Bank), IDB (Islamic Development Bank)
      • Organisasi Gerakan Non Blok (GNB)
      • Organisasi Konferensi Islam (OKI)

      Sejarah Nusantara (picture by wikipedia)

      1. Masa Pra-Sejarah Indonesia

      Sistem yang dianut adalah animisme (roh) dan dinamisme (benda). Untuk mendapatkan informasi pra-sejarah kita bisa meneliti fosil (tulang/tumbuhan yang membatu) dan artefak (alat/benda yang digunakan manusia purba yang membatu).

      Zaman pra-sejarah dibagi empat masa  :
      1. Paleolitikum (340 juta tahun yang lalu, bumi belum stabil, makhluk hidup sejenis ikan dan amphibi)
      2. Mesolitikum (150 juta tahun yang lalu, makhluk hidup beragam seperti dinosaurus)
      3. Neolitikum (60 juta tahun yang lalu, diperkirakan manusia purba bermula)
      4. Megalitikum (masa batu besar). Contoh peninggalan Megalitikum : sarkofagus (keranda batu bebentuk lesung berukuran besar dan tertutup), kubur baru (peti yang terdiri dari lempengan batu), menhir (tugu batu untuk pemujaan roh nenek moyang), punden berundak (batu berundak sebagai tempat sesaji), waruga (keranda batu bebentuk lesung persegi berukuran kecil dan tertutup), dolmen (meja batu tempat sesaji)
      Banyak manusia purba jaman pra-sejarah yang ditemukan di Indonesia, antara lain :
      • Megantropus Paleojavanicus ditemukan Ralph Von Koeningswald di Sangiran-Sragen
      • Pithecantropus Erectus ditemukan Eugene Dubois di Trinil-Ngawi
      • Pithecantropus Robustus ditemukan Ralph Von Koeningswald di Mojokerto
      • Pithecantropus Soloensis ditemukan Terr Harr, Oppenorth, Ralph Von Koeningswald di Ngandong-Blora
      • Homo Wajakensis, Homo Sapiens B.D va Rietschoten di Wajak-Tulungagung

      2. Perkembangan dan Pengaruh Hindu-Budha

      Setelah memasuki fase animisme-dinamisme, masyarakat Indonesia memeluk agama Hindu dan Budha yang diduga menjadi agama paling awal yang dianut orang Indonesia. Adapun bukti penyebaran agama Hindu dan Budha yang berasal dari India :
      • Adanya arca Budha Anarwati
      • Prasasti dari kerajaan Kutai dan Tarumanegara
      • Seni bangunan dan hias yang bercorak agama Hindu-Budha
      • Seni sastra bercorak agama Hindu-Budha
      Proses masuk agama Hindu-Budha melaluli jalur perdaganangan India-China-Indonesia. Pembawa agama Budha melalui misi penyiaran yang disebut Dharma Duta, sedangkan pembawa agama Hindu merupakan golongan Sudra, Waisya, Ksatria dan Brahmana.
      Teori pembawa agama Hindu di Indonesia

      3. Masa Kerajaan Hindu-Budha

      a. Kerajaan Kutai (tertua di Indonesia)
      • Letak Kalimantan Timur
      • Raja : Kudungga, Asmawarman, Mulawarman
      • Bercorak Hindu
      • Peninggalan sejarah : 7 buah prasasti yang dipahatkan di atas tiang batu yang disebut yupa
      b. Kerajaan Tarumanegara (tertua di Pulau Jawa)
      • Letak Bogor, Jawa Barat (tepi sungai Citarum)
      • Raja : Purnawarman
      • Bercorak Hindu
      • Peninggalan sejarah : prasasti Lebak, Kebon Kopi, Jambu, Tugu, Caiaruteun, Muara Cianteun, Pasir Awi
      c. Kerajaan Sriwijaya (kerajaan maritim pertama)
      • Letak Palembang, Sumatera Selatan
      • Raja : Balaputra Dewa
      • Bercorak Budha
      • Peninggalan sejarah : prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Telaga Batu, Palas Pasemah, Karang Berahi, Kota Kapur
      d. Kerajaan Mataram Kuno
      • Letak Jawa Tengah
      • Raja : Dinasti Sanjaya, Dinasti Syailendra (Samaratungga)
      • Bercorak Hindu-Budha
      • Peninggalan sejarah : prasasti Canggal, Mantyasih. Candi Borobudur, Mendut, Prambanan
      e. Kerajaan Kediri
      • Letak Jawa Timur
      • Raja : Jayabaya
      • Peninggalan sejarah : karya sastra jangka Jayabaya, Bharatayudha, Smaradhana
      f. Kerajaan Singosari
      • Letak Jawa Timur
      • Raja : Ken Arok, Anusapati, Tohjya, Ranggawuni, Kertanegara
      • Peninggalan sejarah : Kitab Gatotkaca Sraya
      g. Kerajaan Majapahit (kerajaan maritim kedua setelah Sriwijaya)
      • Letak Jawa Timur
      • Raja : Raden Wijaya, Jayanegara, Tribuana Tunggdewi, Hayam Wuruk
      • Mahapatih : Gajah Mada
      • Peninggalan sejarah : Sutasoma, Negara Kertagama, Ramayana, Mahabarata

      4. Perkembangan Islam

      Masuknya Islam di Indonesia belum diketahui secara pasti, hubungan dagang antara pedagang Arab dan Indonesia menimbulkan pendapat bahwa Islam sudah ada di Indonesia pada abad ke 7M sementara ditemukan batu nisan Sultan Malik As Saleh pada abad 13 yang membuktikan masyarakat Indonesia sudah mempunyai kerajaan bercorak Islam pertama. Berikut teori masuknya Islam di Indonesia :
      • Teori Arab, tokoh Prof.Dr.Hamla
      • Teori Persia, tokoh Umar Amir Husein
      • Teori Gujarat, JP.Moquette
      • Teori Benggala, S.Q.Fatimi

      5. Masa Kerajaan-kerajaan Islam

      a. Kerajaan Samudera Pasai (Kerajaan Islam pertama di Indonesia)
      • Letak Aceh
      • Raja : Sultan Malik Al Saleh
      b. Kerajaan Malaka (pintu masuk ke wilayah Indonesia)
      • Letak Semenanjung Malaka
      • Raja : Paramisora
      c. Kerajaan Aceh (berpengarus sebagai pengganti kerajaan Malaka)
      • Letak Aceh Utara
      • Raja : Sultan Iskandar Muda
      d. Kerajaan Demak (kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa dengan Wali Songo sebagai penyiar Islam)
      • Jawa Tengah
      • Raja : Raden Patah, Patiunus
      e. Kerajaan Banten
      • Letak Banten
      • Raja : SUutan Maulana Hasanudin, SUltan Ageng Tirtayasa
      f. Kerajaan Makassar
      • Letak Gowa dan Tallo
      • Raja : Sultan Hasanudin
      g. Kerajaan Ternate dan Tidore
      • Letak Ternate dan Tidore
      • Raja : Sultan Hairun, Sultan Ba'abullah, Sultan Nuku
      h. Kerajaan Mataram Islam (kerajaan MAtaarm kalah perang dengan Belanda dan dibagi menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Solo)
      • Letak Wilayah Jawa Tengah
      • Raja : Raden Sutawijaya, Sultan Agung

      6. Kedatangan Bangsa Barat

      Imperialisme berasal dari kata imperare yang artinya menguasai, ada juga yang berpendapat bahwa imperialisme berasal dari kata imperium yang artinya kekuasaan raja. Dari pengertian itu, dapat disimpulkan bahwa daerah bangsa lain yang direbutnya menjadi daerah kekuasaan raja dari kaum imperialis (pelaku penjajahan).

      Kolonialisme berasal dari kata colonus yang artinya petani. Raja atau penguasa menganggap daerah yang didiami petani bagian dari kekuasaanya. Dari sini lah keluar pengertian koloni, sebagai wilayah jajahan.

      a. Bentuk kolonialisme meliputi eksploitasi SDA dan SDM, akibat adanya kolonialisme :
      • Kemiskinan semakin merajalela
      • Penjajahan menguasai seluruh sendi kehidupan rakyat
      • Penetrasi budaya penjajahan yang sering bertentangan dengan kebudayaan asli
      • Rakyat semakin terdesak
      • Rakyat tidak bisa mengatur pemerintahan sendiri secara independen
      b. Imperialisme kuno, mempunyai tujuan :
      • Penyebaran agama (gospel), mencari kekayaan (gold), mendapatkan kejayaan (glory)
      • Berlangsung sebelum revolusi industri muncul
      • Pendukung imperialisme kuno : Spanyol dan Portugis
      c. Imperialisme modern, mempunyai tujuan :
      • Mencari bahan baku atau bahan mentah
      • Mencari daerah untuk pemasaran industrinya
      • Mencari tenaga kerja yang murah
      • Berlangsung setelah revolusi industri
      • Negara pelopornya Inggris
      • Akibat imperialisme modern : perubahan politik, ekonomi, sosial, budaya
      d. Perubahan ekonomi dan demografi di berbagai daerah di Indonesia, akibat pengaruh pendudukan bangsa barat :
      • Bangsa Portugis : dipimpin Alfonso de Albuquerque, berhasil merebut Malaka pada 1511 dengan mengalahkan Sultan Mahmud Syah
      • Bangsa Spanyol :Dipimpin Ferdinand de Magelhaens dan Yuan Sebastian del Cano, penjelajahan sampai ke Filipina. Magelhaens meninggal dalam pertempuran setempat, akhirnya perjalananan dilanjutkan Sebastian. Di Maluku, Spanyol berselisih dengan Portugis, kemudian berdamai  melalui perjanjian Saragosa. Isi perjanjian yaitu, Spanyol berkuasa di Filipina dan Portugis tetap di Indonesia
      • Bangsa Belanda : 1956 pertama kali mendarat di Banten yang dipimpin Cornelis de Houtman dan Pieter Keyzer. Belanda bertujuan untuk mencari rempah-rempah.
      • Bangsa Inggris : Setelah berhasil mengalahkan Belanda, pada 1811-1816 Inggris berkuasa di Indonesia dibawah Gubernur Jenderal Raffles
      e. Bentuk perlawanan rakyat pada masa kolonialisme
      (1) Perlawanan Diponegoro
      • Sebab khusus, pemerintah Belanda membuat patok-patok rel kereta api yang melewati makam leluur Pangeran Diponegoro
      • Tokoh-tokoh yang membantu Pangeran Diponegoro adalah Kyai Moko, Sentot Ali Basyah Prawirodirjo, Nyai Ageng Serang
      (2) Perang Paderi
      • Sebab khusus, adanya pertentangan golongan adat dengan golongan ulama
      • Sebab umum, golongan adat bersekutu dengan Belanda dan adanya adat matrialisme
      • Tokoh-tokoh perang adalah Suroasa (golongan adat), Tuanku Imam Bonjol (ulama)
      (3) Perlawanan rakyat Aceh
      • Sebab, politik adu domba di kalangan rakyat
      • Tokoh-tokoh perang adalah Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Umar, Cut Nyak Dien
      f. Pergerakan Nasional Indonesia
      (1) Faktor internal munculnya pergerakan nasional karena, adanya :
      • Penderitaan akibat penjajahan
      • Kejayaan pada masa lampau
      • Pax netherlandica (Motto Belanda yang ingin menguasai seluruh Hindia Belanda dan menjalankan sebagai satu kesatuan dengan negeri Induk Kerajaan Hindia Belanda)
      • Perkembangan bidang komunikasi
      • Pengaruh bahasa Melayu
      • Penetapan UU Desentralisasi tahun 1903
      • Reaksi terhadap perlawanan yang bersiaft kedaerahan
      (2) Faktor eksternal meliputi :
      • Kemenangan Jepang terhadap Rusia 1904 - 1905
      • Adanya kebangkitan nasionalisme bangsa-bangsa Asia
      • Munculnya paham liberalisme
      • Akibat adanya pendidikan luar negeri
      (3) Pergerakan nasionalisme di Indonesia dibagi 3 tahap :
            a) Kebangkitan nasional
      • Budi Utomo, didirikan dr.Wahidin Sudiro Husodo
      • Sarekat Isalam, mulanya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan Haji Samanhudi tahun 1911 di Solo
           b) Masa radikal, perjuangan organisasi yang bergerak secara non-kooperati dengan Belanda :
      • Indische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia)
      • Kongres Sarekat Islam dan Muhammadiyah
      • Indische Partij
      • ISDV menjadi PKI
      • PNI
      • Trikoro Darmo
         c) Masa moderat, perjuangan dilakukan secara kooperatif dengan Belanda antara lain Partai Indonesia (Partindo) dan Partai Indonesia Raya (Parindra). Muncul pula fraksi nasional diketuai Husni Thamrin yang menuntut jaminan kemerdekaan. Kemudian muncul petisi Sutarjo menuntut perbaikan Indonesia di parlemen Volksraad. Selain itu masih ada organisasi lain di bidang pendidikan, seperti :
      • Pendidikan wanita, tokoh-tokohnya : R.A. Kartini, Dewi Sartika
      • Taman Siswa
      • Sekolah Sarekat Islam
      • Ksatrian Institut
      • Perguruan Rakyat
      • INS di Sumatera Barat
      g. Indonesia pada masa pendudukan Jepang
      (1) Proses masuknya Jepang di Indonesia
      • 7 - 8 Desember 1941 (Pearl Harbour) Jepang menyerang Pearl Harbour, pangkalan angkatan laut AS
      • 10 Januari 1942 Jepang menguasai Tarakan dan Balikpapan
      • 14 - 16 Februari 1942 Jepang menguasai Pontianak dan Palembang
      • 1 Maret 1942 Jepang mendarat di Banten, Indramayu, Kragan Jateng
      • 8 Maret 1942 perundingan Kalijati di Subang yang isinya Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang
      (2) Sekitar pendudukan Jepang di Indonesia
      • Dibentuk organisasi 3A (Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia) April 1942
      • Dibentuk Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) Desember 1942 dengan tokoh 4 serangkai yaitu Ir.Sukarno, Moh.Hatta, K.H.Dewantara, K.H.Mas Mansyur
      • Dibentuk Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)
      • Dibentuk Cuo Sangi In 5 September 1943, sebagai dewan penasehat ditunjuklah Ir.Sukarno
      • Dibentuk PETA, barisan Pelopor, Heiho, Seinendan, Gakukotai, Keibodan, Hisbullah
       (3) Kebijakan Jepang di Indonesia
      • Di bidang politik pemerintahan : membagi Indonesia menjadi 3 daerah pemerintahan militer, mendirikan organisasi militer dan semi militer
      • Di bidang ekonomi : membentuk Saiban Kigyo Konrikodan (SKK), membentuk Nogyo Kumiai, menerapkan Autarki
      • Di bidang sosial budaya : mewajibkan rakyat Indonesia melakukan seikerei, mewajibkan rakyat Indonesia mengikuti upacara Tencosetsu, menggunakan bahasa Indonesia untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, membentuk Keimin Bunka Shidoso
       (4) Perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang
      • Aceh oleh Teuku Abdul Jalil dan Teuku Hamid
      • Singaparna dan Indramayu dipimpin K.H.Zainal Mustoaf
      • Perlawanan tentara PETA dipimpin Supriyadi
      h. Sejarah perkembangan awal Indonesia sampai sekarang
      (1) Sekitar persiapan kemerdekaan Indonesia
           Pemboman Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 oleh sekutu nsehingga memaksa Jepang untuk menyerah dan menerima kekalahan PD II. Kemudian terjadi kekosongan (vacuum of power) yang kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia.

      (2) Detik-detik menjelang Proklamasi Indonesia :
      • 15 Agustus 1945, Sutan Syahrir melaporkan berita kekalahan Jepang kepada Ir.Sukarno dan Moh.Hatta dan akan menanyakan mengenai kemerdekaan kepada Gunseikanbu. Setelah yakin Jepang telah menyerah pada sekutu, Moh.Hatta segera mengundang PPKI
      • Pukul 20.00 WIB, golongan muda dipimpin Chaerul Shaleh meminta segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu sidang PPKI (karena PPKI bentukan Jepang)
      • Tanggal 16 Agustus 1945, dini hari di Asrama Baperpi, Jl.Cikini no.71 Jakarta diadakan rapat golongan muda yang diikuti Sukarni, Jusuf Kunto, dr.Muwardi. Kemudian terjadilah peristiwa Rengas Dengklok yaitu mengaman Ir.Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota (Rengas Dengklok) agar tidak dipengaruhi oleh Jepang
      • Perumusan teks proklamasi : penjemputan Ir.Sukarno dan Moh.Hatta dilakukan oleh Ahmad Subardjo, rombongan tiba kembali di Jakarta pukul 23.30 WIB, rombongan menuju rumah Laksamana Muda Maeda di Jl.Imam Bonjol no.1 Jakarta
      • Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, pada Jum'at 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB dengan susunan acara : pembacaan proklamasi oleh Ir.Sukarno dan Moh.Hatta, pengibaran bendera Merah Putih oleh S.Suhud dan Latif Hendraningrat, sambutan walkot Soewiryo dan dr.Muwardi
      (3) Keadaan RI awal setelah proklamasi, untuk pembentukan kelengkapan negara diadakan sidang PPKI (lihat BAB I). Sistem pemerintahan Indonesia setelah merdeka adalah presidensial, tapi mulai 14 November 1945 berubah menjadi parlementer.

      Keadaan perekonomian
      • Inflasi sangat tinggi
      • Adanya blokade ekonomi oleh Belanda (NICA)
      • Kas negara kosong
      • Usaha mengatasi kesulitan ekonomi : mengadakan konferensi ekonomi ada Februari 1946, pinjaman nasional, pembentukan badan perancang ekonomi 19 Januari 1947, Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (RERA) 1948, rencana kasimo (Kasimo Plan), membentuk Persatuan Tenaga Ekonomi (PTE)
      Setelah tentara sekutu menang pada PD II maka pihak yang kalah memberikan wilayah jajahannya dan Indonesia kembali dikuasai oleh Belanda. Hal itu tentu ditentang rakyat Indonesia karena telah merdeka pada 17 Agustus. Perjuangan mempertahankan ini mempuyai metode perang fisik atau diplomasi. 8 September 1945 tentara sekutu datang ke Indonesia dengan dibonecngi  NICA (Netherland Indische Civil Administration). Pasukan sekutu yang bertugas masuk ke Indonesia adalah tentara kerajaan Inggris, yang dibagi 2 yaitu South East Asia Command (SEAC) wilayah Indonesia barat dan South West Pacific Command (SWPC) wilayah Indoenesia timur. DI wilayah barat yang dipimpin Louis Mounbatten, membentuk Allied Force for Netherland East Indies (AFNEI) yang bertugas :
      • Menerima penyerahan dari tangan Jepang
      • Membebaskan tawanan dan interniran sekutu
      • Melucuti dan mengumulkan orang Jepang untuk dipulangkan
      • Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk diserahkan ke pemerintah sipil
      • Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut mereka di depan pengadilan
      Beberapa perang fisik melawan Jepang dan Sekut :
      • 19 September 1945 dikibarkannya bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya (sekarang Hotel Majapahit)
      • 14-19 Oktober 1945 pertempuran 5 hari di Semarang
      • 10 November pertempuran di Surabaya (tokoh Bung Tomo)
      • 15 Desember 1945 Palagan Ambarawa (tokoh Sudirman)
      • 25 Maret 1947 (delgasi Belanda : Schermerhorn, Inggris : Lord Kilearn, Indonesia : Sutan Syahrir) - Pengakuan de facto pemerintah Belanda terhadap RI atas Jawa, Sumatera, dan Madura
      • 21 Juli 1947 Agresi militer Belanda I
      • 27 Oktober 1947 PBB mengecam Belanda dan kemudian mengirim Komisi Tiga Negara (KTN)
      • 17 Januari 1948 perundingan Renville (delegasi Belanda : Abdulkadir WIdjoyo Atmojo, Indonesia : Amir Syarifudin) - Wilayah RI dipersempit
      • 19 Desember 1948 Agresi militer Belanda II
      • 17 Mei 1949 perjanjian Roem Royen
      • 23 Agustus KMB di Den Haag, Belanda
      • 27 Desember 1949 mengakui kedaulatan Indonesia kecuali Irian Barat
      (4) Pengingkaran terhadap UUD 1945 : percobaan sistem politik demokrasi liberal yang dikenal kabinet silih berganti, sistem ekonomi liberal yang berlandaskan pada persaingan bebas

      (5) Gangguan keamanan dalam negeri dan politik luar negeri :
      • 23 Januari 1950 peristiwa APRA dipimpin Westerling
      • 5 April 1950 pemberontakan Andi Aziz di Makassar
      • 25 April 1950 Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
      • 7 Agustus 1949 Gerakan Daarul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di JABAR dipimpin Kartosuwiryo
      • Tahun 1957 DI/TII di JATENG dipimpin Amir Fatah
      • 20 September 1953 Gerakan Daud Beureuh di Aceh
      • Januari 1952 GerakanKahar Muzakar di SULSEL
      • Oktober 1950 DI/TII di KALSEL dipimpin Ibnu Hajar
      (6) Masa Demokrasi Terpimpin, pada masa initelah meninggalkan UUD 1945 dan membentuk Dewan Konstituante untuk membuat UUD baru dan ternyata gagal sehingga muncul Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (isi Dekrit Presiden). Penyelewengan pelaksanaan kembali UUD 1945 dibuktikan dengan adanya :
      • Sistem politik Demokrasi Terpimpin
      • Sistem ekonomi terpimpin
      • Politik luar negeri NEFO OLDEFO
      (7) Masa Orde Baru (ORBA), meletusnya G 30 S/PKI  mengakibatkan politik dalam negeri dan perekonomian Indonesia memburuk. Kemudian muncul Tiga Tuntutan Rakyat (TRITURA) pada 10 Januari 1966 oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), yaitu :
      1. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
      2. Bersihkan kabinet dari unsur PKI
      3. Turunkan harga
      Kemudian muncul Supersemar 11 Maret 1966. Pada Kamis pukul 19.30 WIB tanggal 23 Februari 1967, presiden Sukarno menyerahkan kekuasaan negara pada Jendral Suharto selaku pengemban Tap MPRS no.IX tahun 1967.

      Perkembangan ORBA :
      a. Stabilitas ekonomi
      • Pelita I (1969-1974) : sasaran yang hendak dicapai tersedianya sandang, pangan, papan, menekankan sektor pertanian
      • Pelita II (1974-1979) : tersedianya sandang, pangan, papan, perluasan kerja dan kesejahteraan rakyat
      • Pelita III (1979-1984) : sasaran yang hendak dicapai Trilogi Pembangunan
      • Pelita IV (1984-1989) : sasaran yang hendak dicapai swasembada pangan
      • Pelita V (1989-1994) : sasaran yang hendak dicapai upaya peningkatan semua segi kehidupan bangsa
      • Pelita VI (1994-1998) : pemerintah menitik beratkan pembangunan ekonomi industri dan pertanianserta pembangunan SDM
      b. Stabilisasi politik
      1. Mnjadikan Pancasila sebagai asas tunggal politik
      2. Dwifungsi ABRI
      3. Pelaksanaan Pemilu
      c. Akhir ORBA
      1. Krisis ekonomi : krisis moneter melanda Asia Tenggara menyebabkan ketidakstabilan perekonomian Indonesia sejak pertengahan Juli 1997
      2. Krisis politik : pergantian kepemimpinan dari presiden Suharto kepada wapres B.J.Habibie

      (8) Masa Reformasi Indonesia, adanya single majority partai Golkar cukup lama dalam politik Indonesia mengakibatkan tidak percaya penuh pada pemerintahan karena berbau Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) kemudian muncullah Gerakan Reformasi yang bertujuan memperbaiki tatanan bidang ekonomi, politik, hukum, kehidupan masyarakat bangsa sesuai nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Agenda Reformasi disuarakan mahasiswa Indonesia adalah :

      • Adili Suharto dan kroni-kroninya
      • AMandemen UUD 1945
      • Penghapusan Dwifungsi ABRI
      • Otonomi daerah
      • Supremasi hukum
      • Pemerintah bersih KKN
      Kronologi Gerakan Reformasi Indonesia sebagai berikut :
      1. 5 Mei 1998 ketua senat mahasiswa UI datang ke gedung DPR/MPR untuk menyumbangkan pikiran
      2. 12 Mei 1998 mahasiswa beraksi dan 4 mahasiswa TRISAKTI meninggal, peristiwa ini dilanjutkan dengan penjarahan di Jakarta (13-14 Mei 1998)
      3. 17 Mei 1998 Nurcholis Majid dan Saadilah Mursyid sekretaris negara menyampaikan ide mempercepat Pemilu
      4. 21 Mei 1998 presiden Suharto mengundurkan diri dan digantikan B.J.Habibie
      Kepemimpinan Masa Reformasi
      a) Masa B.J.Habibie
      • Provinsi ke-27 RI, Timor Timur memisahkan diri
      • Sidang Istimewa 7 Juni 1999, untuk pelaksanaan Pemilu pertama kali setelah Reformasi bergulir dan menjadi Pemilu yang dianggap paling demokratis dari Pemilu-pemilu sebelumnya
      b) Masa Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
      • Membentuk Kabinet Persatuan
      • Menyetuji nama Papua sebagai pengganti Irian Jaya pada akhir Desember 1999
      • Mengeluarkan Maklumat presiden yang isinya antara lain mebekukan lembaga MPR dan DPR
      c) Masa Megawati Soekarno Putri
      • Memperbaiki kinerja ekspor
      • Privatisasi BUMN dengan menjual Indosat
      • Merealisasikan berdirinya KPK
      • Menyelenggarakan Pemilu
      d) Masa Susilo Bambang Yudhoyono
      • Melanjutkan pertumbuhan ekonomi masa Megawati
      • Mengeluarkan Keppres percepatan penindakan korupsi dan melakukan tindakan konkret
      • Memperpanjang darurat sipil di Aceh
      • Menertibkan bisnis yang dikelola TNI
      (9) Dampak Reformasi bagi kehidupan masyarakat, euphoria kebebasan menimbulkan bahaya disintegrasi nasional dan sosial. Peristiwa-peristiwa ini muncul pada masa kemelut dan transisi ORBA ke Reformasi, seolah era transisi itu sebagai momentum kepentingan kelompok tertentu. Berikut peristiwa-peristiwa yang dimaksudkan :

      a) Gerakan Aceh Merdeka (GAM), penanda tanganan nota kesepahaman RI-GAM pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia yang isinya :
      • Penyelenggaraan pemerintahan di Aceh
      • HAM
      • Amnesti dan reintegrasi ke dalam masyarakat
      • Pembentukan misi monitoring Aceh
      • Penyelesaian perselisihan
      b) Organisasi Papua Merdeka (OPM)
      Usaha-usaha pemisahan Irian Jaya terjadi karena diperlakukan tidak adil oleh pemerintah RI (ORBA). Oleh karena itu Dewan Presidium Papua yang diketuai Theys Hiyo Eluay menyelenggarakan Kongres Rakyat Papua (Mei-Juni 2000) dan menetapkan 1 Desember menjadi hari Kemerdekaan Papua Barat.

      c) Peledakan bom
      • Masjid Iqtiqlal tahun 1999
      • Kedubes Filiphina tahun 2000
      • Gedung BEJ September 2000
      • Atrium Senen Agustus 2001
      • Paddy's Cafe Bali tahun 2002
      • Hotel J.W.Marriot Agustus 2003
      • Kedubes Australia September 2004
      d) Kerusuhan SARA, ketika Reformasi berjalan struktur masyarakt Indonesia megalami perpecahan sosial maupun politik atas dasat agama, suku, ras maupun golongan antara lain :
      • Konflik di Sambas
      • Konflik di KALBAR dan Sampit

      1. Defini Pemerintahan

      • Dalam arti sempit : segala aktivitas yang dilakukan negara guna menyelenggarakan kesejahteraan rakyat serta kepenetingan negara yang diselenggarakan hanya oleh eksekutif
      • Dalam arti luas : segala aktivitas yang dilakukan negara guna menyelenggarakan kesejahteraan rakyat serta kepenetingan negara yang diselenggarakan oleh eksekutif, legislatif, yudikatif
      • Bentuk pemerintahan : bentuk pemerintahan yang lazim dijalankan oleh negara di dunia adalah monarki (raja/ratu) dan republik(presiden)


      2. Definisi Sistem Pemerintahan

      Susunan yang teratur dan saling berkaitan dari lembaga-lembaga negara di tingkat pusat dan atau daerah, baik secara langsung ataupun tidak, untuk mencapai tujuan negara, yaitu kesejahteraan rakyat. Sistem pemerintahan yang banyak dianut negara-negara di dunia adalah presidensial (presiden) dan parlementer (perdana menteri dan menteri - kabinet).

      3. Sistem Pmerintahan Indonesia

      a. Sistem pemerintahan menurut UUD 1945 (18 Agustus 1945 - 27 Desember 1949)
      Sebagaimana tercantum pada pasal 1 ayat 1, bentuk negara Indonesia adalah kesatuan dan bentuk pemerintahannya republik. Dan pada pasal 4 ayat 1, bahwa sistem pemerintahan di Indonesia adalah presidensial.

      Sistem pemerintahan presidensial dianut Indonesia pada 16 Oktober 1945 yang mana dikeluarkan Maklumat Wakil Presiden Nomor X yang slah satu isinya adalah presiden tidak lagi menjadi kepala pemerintahan, tapi hanya kepala negara. Kemudian Badan Pekerja KNIP mengusulkan penggantian kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer. Kemudian dikeluarkan Maklumat Nomor 5 pada 11 November 1945 oleh Badan Pekerja KNIP dan sejak saat itu berlaku sistem pemerintahan parlementer dan telah menyimpang dari sistem pemerintahan yang dikehendaki UUD 1945.

      b. Sistem pemerintahan menurut Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950)
      Dalam Konstitusi RIS 1949 pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa RIS yang merdeka dan berdaulat ialah negara hukum yang demokrasi dan berbentuk federasi.

      Adapun menurut Konstitusi RIS, sistem yang ada di wilayah RIS sebagai berikut :
      • Badan legislatif berbentuk bikameral, yaitu senat dan dewan perwakilan rakyat
      • Presiden RIS memiliki kedudukan sebagai kepala negara yang kewajibannya tidak dapat diganggu gugat
      • Kekuasaan yudikatif dipegang oleh Mahkmah Agung (MA)
      • Badan pemeriksaan dijalankan oleh dewan pengawas keuangan
      c. Sistem pemerintahan menurut UUDS 1950 (17 Agustus 1950 - 5 Juli 1959)
      Menurut UUDS 1950, bentuk sistem pemerintahan Indonesia sebagai berikut :
      • Presiden
      • Dewan menteri
      • Kabinet
      • Dewan perwakilan rakyat (DPR)
      d. Sistem pemerintahan menurut UUD 1945 (5 Juli 1959 - sekarang)
      Menfingat keadaan Indonesia yang tidak stabil, pada 22 April 1959 Presiden Sukarno menyampaikan amanatnya dalam sidang pleno di hadapan konstituante. Isi pidato tersebut adalah anjuran agar konstituante kembali ke UUD 1945. Akhirnya, pada 5 Juli 1959 Presiden Sukarno mengumumkan dekrit mengenai kembali ke UUD 1945 yang terkenal Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

      4. Lembaga Pemerintahan Pusat

      a. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
      MPR merupakan lembaga tinggi negara yang terdiri dari DPR dan DPD yang dipilih melalui pemilu.

      Hak MPR :
      • Hak mengajukan usul pengubahan pasal UUD 1945
      • Hak menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan
      • Hak memilih dan dipilih
      • Hak imunitas
      • Hak protokoler
      • Hak keuangan dan administratif
      Tugas dan wewenang MPR (menurut pasal 3, 7, 8 UUD 1945 serta UU No.22 Tahun 2003) :
      • Mengubah dan menetapkan UUD
      • Melantik presiden dan wakil presiden
      • Memutuskan usul DPR berdasaran putusan MK untuk memberhentikan presiden dan atau wakil presiden dalam masa jabatannya
      • Melantik wakil presiden menjadi presiden bila presiden berhalangan tetap
      • Memilih wakil dari dua wakil yang diajukan presiden bila terjadi kekosongan jabatan wakil presiden selambat-lambatnya 60 hari
      • Memilih presiden dan wakil presiden bila keduanya berhalangan tetap secara bersamaan dalam masa jabatannya selambat0lambatnya 30 hari
      • Menetapkan Peraturan Tata Tertib dan Kode Etik MPR
      b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
      DPR terdiri atas anggota parpol peserta pemilu yang dipilih berdasarkan pemilu. Secara konstitusional DPR tercantum dalam UUD pasal 19, 20, 20A, 21, 22A, 22B. DPR merupakan lembaga yang menyerap, menampung, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi rakyat. Adapun fungsi DPR sebagai berikut :
      • Fungsi legislasi (berkaitan dengan PERPU)
      • Fungsi anggaran (terkait APBN)
      • Fungsi pengawasan (ikut mengawasi pemerintahan yang dijalankan oleh eksekutif)
      Dalam menjalankan tugsas dan wewenangnya, DPR mempunyai 3 hak, yaitu :
      • Hak interpelasi (meminta keterangan)
      • Hak angket (melakukan penyelidikan)
      • Hak menyatakan pendapat (menyatakan pendapat)
      Hak anggota DPR :
      • Mengajukan RUU
      • Mengajukan pertanyaan
      • Memilih dan dipilih
      • Membela diri
      • Imunitas
      • Protokoler
      • Keuangan dan administratif
      Kewenangan DPR :
      • Membentuk UU yang dibahas dengan presiden untuk mendapat pesetujuan bersama
      • Membahas dan memberikan atau tidak memberikan persetujuan terhadap peraturan pemerintah pengganti UU
      • Mengajukan usul pemberhentian presiden dan atau wakil presiden dalam masa jabatannya
      • Dapat memberikan persetujuan dalam menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian yang dilakukan oleh presiden
      • Memberikan pertimbangan kepada presiden dalam pengangkatan duta besar
      • Memberikan pertibanngan kepada presiden dalam menerima penempatan duta negara lain
      • Memberikan pertimbangan kepada presiden dalam pemberian amnesti (pengampunan atau penghapusan hukuman yang sudah ataupun belum dijatuhi hukuman) dan abolisi (penghapusan proses hukum sebelum dijatuhi hukuman)
      • Melakukan pembahasan dan persetujuan atas RAPBN yang diajukan presiden
      • Melakukan pemilihan anggota BPK denganpertimbangan DPD
      • Memberikan persetujuankepada presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota KY
      • Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusilkan KY untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden
      • Memilih 3 orang hakim konstitusi dan mengajukan kepada presiden untuk diresmikan dengan keputusan presiden
      Pembentukan Undang-Undang (DPR)

      c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
      Lembaga perwakilan yang diambil adri wakil-wakil daerah provinsi melalui pemilu. Anggota DPD sebanyak 4 orang dari setiap provinsi. Adapun jumlahnya tidak lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR.

      Pembentukan UU terkait kewenangan DPD
      Hak anggota DPD :
      • Menyampaikan usul dan pendapat
      • Hak memilih dan dipilih
      • Hak membela diri
      • Hak imunitas
      • Hak protokoler
      • Hak keuangan dan administratif
      Adapun kewenangan anggota DPD menurut UUD 1945 amandemen ke-4, seperti pada gambar tabel berikut.

      Kewenangan anggota DPD

      d. Presiden
      Pemegang kekuasaan eksekutif atau sebagai kepala pemerintahan dan negara. Secara konstitusional, presiden diatur dalam UUD 1945 Bab III pasal 4 - 16.

      Tugas dan wewenang presiden :
      • Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD
      • Memegang kekuasaan tertinggi atas TNI AD, AL, dan AU
      • Mengajukan RUU kepada DPR. Presiden membahas dan memberi persetujuan atas RUU bersama DPR serta mengesahkannya menjadi UU
      • Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (dalam kegentingan memaksa) dengan persetujuan DPR
      • Menetapkan PP
      • Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri
      • Menyatakan perang, perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR
      • Menyatakan keadaan bahaya
      • Mengangkat duta dan konsul dengan pertimbangan DPR
      • Menerima penempatan duta negara lain dengan pertimbangan DPR
      • Memberi grasi (meniadakan hukuman) dan rehabilitasi (mengembalikan hak seseorang) dengan pertimbangan MA
      • Memberi amnesti dan abolisi dengan pertimbangan DPR
      • Memberikan gelar, tanda jasa, tanda keormatan lainnya yang telah diatur UU
      • Meresmikan anggota BPK yang dipilih DPR dengan pertimbangan DPD
      • Menetapkan hakim agung yang diusulkan KY dan disetujui DPR
      • Menetapkan hakim konstitusi yang diusulkan presiden, DPR, MA
      • Mengangkat dan memberhentikan anggota KY dengan persetujuan DPR
      Pemilihan presiden dan wakil presiden
      Pengusulan pemberhentian presiden dan atau wapres

      e. Mahkamah Agung (MA)
      Lembaga yang melakukan kekuasaan kehakiman.  Secara konstitusional MA diatur dalam UUD 1945 pasal 2 dan 24A. MA membawahi badan peradilan umum, agama, militer, tata usaha negara. Anggota MA adalah hakim agung sebanyak maksimal 60 orang. 

      Kewajiban dan wewenang MA :
      • MA memutus permohonan kasasi terhadap putusan pengadilan tingkat banding atau tingkat terakhir dari semua lingkungan peradilan
      • MA menguji peraturan secara materiil terhadap PERPU dibawah UU
      • Melakukan pengawasan tertinggi terhadap penyelenggaraan peradilan disemua lingkungan peradilan
      • Mengajukan 3 orang hakim konstitusi
      • Memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberikan grasi dan rehabilitasi

      d. Mahkamah Konstitusi (MK)
      Lembaga yudikatif yang baru terbentuk setelah UUD 1945 mengalami amandemen. Secara konstitusional MK diatur dalam UUD 1945 Bab IX pasal 24 dan 24C dan UU Nomor 24 Tahun 2003 yang mengatur MK. MK terdiri dari 9 anggota hakim konstitusi.

      Kewenangan MK :
      • Menguji UU terhadap UUD 1945
      • Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945
      • Memutus pembubaran parpol
      • Memutus perselisihan tentang hasil pemilu
      Kewajiban MK - MK wajib memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa presiden dan atau wakil presiden diduga :
      • Telah melakukan pelanggaran hukum (pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana lainnya atau perbuatan tercela)
      • Tidak lagi memnuhi syarat sebagai presiden dan atau wakil presiden sebagaimana yang dimaksud dalam UUD 1945
      e. Komisi Yudisial (KY)
      Lembaga yudikatif yang baru terbentuk setelah UUD 1945 mengalami amandemen.Secaar konstitusional KY diatur dalam Bab IX pasal 24B pada saat amandemen ketiga. KY dibentuk berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2004.

      Kewenangan KY (sesuai pasal 13 UU Nomor 18 Tahun 2011 tentang perubahan atas UUNomor 22 Tahun 2004) :
      • Mengusulkan pengangkatan hakim agung dan hakim ad hoc di MA kepada DPR untuk mendapat persetujuan
      • Menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim
      • Menetapkan Kode Etik dan atau  Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) bersama dengan MA
      • Menjaga dan menegakkan pelaksanaan KEPPH
      Tugas KY (berdasarkan pasal 14 UU NOmor 18 Tahun 2011) :
      • Melakukan pendaftaran calon hakim
      • Melakukan seleksi calon hakim agung
      • Menetapkan calon hakim agung
      • Mengajukan calon hakim agung
      f. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
      Lembaga tinggi negara yang mempunya kewenangan untuk memeriksa keuangan negara. Secara konstitusional BPK diatur dalam Bab VIIIA pasal 23E, 23F, 23G. BPK terdiri dari 9 orang anggota.

      Kewenangan BPK (menurut Bab VIIIA pasal 23E) :
      • Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara
      • Menyerahkan hasil pemeriksaan keuangan negara kepada DPR, DPD, DPRD sesuai dengan kewenangannya
      g. Otonomi Daerah
      Otonomi daerah merupakan salah satu hal yang menjadi fokus penting saat reformasi mulai bergulir karena pada masa orba cenderung menggunakan prinsip sentralisasi. Itulah yang menyebabkan ketimpangan pembangunan antara Jawa, terlebih Jakarta dan luar Jawa.

      Salah satu perwujudan agar lebih berkembang dan terciptanya daya saing adalah dengan otonomi daerah. Itu diperkuat dengan adanya pasal 18 UUD 1945 yang menyatakan bahwa pemda menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh UU ditentukan sebagai pemerintah pusat.

      Untuk terwujudnya otonomi seluas-luasnya mendasarkan diri pada 3 pola yaitu :

      • Desentralisasi : penyerahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemda untuk mengurus hal-hal yang ada di daearh.
      • Dekonsentrasi : pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke aparat pemerintah pusat yang ada pada daerah-daerah untuk melaksanakan tugas pemerintah pusat di daerah
      • Tugas pembantuan (medebewind) : keikutsertaan pemda  untuk melaksanakan urusan pemerintah yang kewenangannya lebih luas dan lebih tinggi di daerah tersebut

      Copyright © 2012 Campuranz Blogger Templates